FAQ

Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan yang dapat Anda baca untuk memahami lebih lanjut perihal Vestia. Untuk pertanyaan lainnya, Anda dapat menghubungi Contact Center Vestia.

GENERAL

Vestia P2P Lending adalah layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang dilakukan dengan cara proses penempatan dana oleh Pemberi Pinjaman atas suatu pengajuan pinjaman melalui pemilihan pihak Penerima Pinjaman (Borrower) yang dikelola oleh sejumlah Lembaga Jasa Keuangan pada sektor usaha mikro (Micro Financial Institutions) yang merupakan pengguna terdaftar pada platform Vestia P2P.

Layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang mempergunakan platform Vestia P2P Lending ini dilakukan secara tidak langsung (Indirect Lending) dalam konteks hubungan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, mengingat Penerima Pinjaman adalah merupakan debitur dan/atau calon debitur yang dikelola dan didaftarkan pada platform Vestia P2P oleh Lembaga Jasa Keuangan pada sektor usaha mikro di mana debitur dan/atau calon debitur tersebut mengajukan dan menatausahakan pinjamannya.

Vestia atau singkatan dari 'Investasi Setia' adalah produk layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi dari PT. Tujuh Mandiri Sejahtera (selanjutnya disingkat 'PT. TMS'), yaitu suatu perusahaan penyelenggara layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam secara langsung melalui sistem elektronik.

PT. TMS bukanlah bank atau perusahaan finansial lainnya. PT. TMS adalah financial marketplace yang menyediakan layanan perantara untuk proses P2P Lending. PT. TMS tidak berpartisipasi dalam aktivitas pinjam meminjam, namun hanya menyediakan platform untuk memfasilitasi proses dan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang menghubungkan Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman.

Vestia yang dikelola oleh PT. TMS dioperasikan di Indonesia oleh sebuah tim yang terdiri dari para praktisi berpengalaman di bidang keuangan dan teknologi. Untuk mengenal lebih lanjut tentang tim kerja Vestia, silakan membaca nya di laman Tentang Kami disini.

Tujuan utama diselenggarakannya layanan Vestia P2P Lending ini adalah untuk memajukan sektor usaha mikro di Indonesia melalui penyediaan platform berbasis teknologi informasi yang memudahkan para pemilik dana untuk membantu secara langsung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan hidup dari para pelaku di sektor usaha mikro melalui penempatan dana bagi pemenuhan kepentingan pengajuan pinjaman yang diajukan para pelaku usaha mikro melalui Lembaga Jasa Keuangan pada sektor usaha mikro yang beroperasi, terdaftar dan tunduk pada hukum berlaku di Indonesia.

Atas pemanfaatan layanan Vestia P2P Indirect Lending ini maka para pengguna layanan akan memperoleh keuntungan langsung berupa imbal hasil atau nilai keuntungan penempatan dana yang optimal bagi Pemberi Pinjaman, pembebanan biaya bunga yang kompetitif bagi Penerima Pinjaman serta kemudahan dalam memperoleh pendanaan pinjaman bagi kelangsungan bisnis dari Lembaga Jasa Keuangan pada sektor usaha mikro. Selain itu, para pengguna layanan juga akan memperoleh manfaat tidak langsung berupa kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas pendanaan bagi pihak yang membutuhkan melalui pemilihan Penerima Pinjaman sesuai preferensi Pemberi Pinjaman, kesempatan pendanaan yang lebih luas dimulai dengan minimal dana Rp 50.000,- bagi Penerima Pinjaman, proses pendanaan dengan metoda urun dana bersama-sama dengan Pemberi Pinjaman lainnya, serta kesempatan pemanfaatan teknologi dan infrastruktur yang lebih beragam sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis bagi Lembaga Jasa Keuangan pada sektor usaha mikro.

Pemerintah, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disingkat 'OJK') telah secara jelas mengatur perihal layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang dapat mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia melalui peraturan tertulis yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 077/POJK.01/2016.

Oleh karenanya, setiap penyelenggara layanan P2P Lending di Indonesia wajib memperoleh ijin pelaksanaan kegiatan dari OJK, sebagaimana juga halnya dengan PT. TMS selaku penyelenggara Vestia yang telah memperoleh ijin dan diawasi oleh OJK atas seluruh kegiatan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi yang dilakukan melalui platform Vestia.

Kegiatan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi melalui Vestia melibatkan beberapa jenis pengguna, yaitu Pemberi Pinjaman, Penerima Pinjaman dan Lembaga Jasa Keuangan.

Setiap calon pengguna harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi persyaratan data maupun kelengkapan dokumen yang ditetapkan Vestia.

Khusus untuk Penerima Pinjaman tidak dapat melakukan pendaftaran langsung pada Vestia, namun Penerima Pinjaman akan dikelola pendaftarannya oleh Lembaga Jasa Keuangan yang telah terdaftar dan bergabung sebagai pengguna resmi Vestia. Penerima Pinjaman berkewajiban untuk tetap mengajukan kebutuhan pinjamannya pada Lembaga Jasa Keuangan yang dipilihnya dan jika Lembaga Jasa Keuangan tersebut telah menjadi bagian dari pengguna Vestia maka data Penerima Pinjaman dimaksud akan didaftarkan pada Vestia oleh Lembaga Jasa Keuangan setelah dilakukan proses penilaian dan persetujuan pinjaman oleh Lembaga Jasa Keuangan tersebut.

Vestia akan melakukan proses uji kelayakan pada setiap Lembaga Jasa Keuangan yang akan mendaftar sebagai pengguna Vestia setelah dipenuhinya seluruh data dan dokumen yang dipersyaratkan Vestia. Hasil uji kelayakan akan dianalisa secara penuh oleh Tim Penilai dari Vestia dan keputusan mutlak atas penerimaan atau penolakan untuk menjadi pengguna Vestia bagi setiap Lembaga Jasa Keuangan ditetapkan oleh Tim Penilai dan Manajemen Vestia.

Bekerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan terpilih: Vestia dapat menjangkau Penerima Pinjaman secara lebih luas hingga ke daerah terpencil melalui kerjasama intensif dengan Lembaga Jasa Keuangan terpilih. Lembaga Jasa Keuangan tersebut sebagai rekan kerja Vestia merupakan institusi yang telah memiliki pengalaman di bidang penatausahaan pinjaman melalui proses pemilihan peminjam, penilaian pinjaman, pengelolaan pencairan pinjaman dan pengembalian dana pinjaman, penatausahaan data Peminjam dan pinjaman, pengawasan kinerja Peminjam dan pinjamannya serta upaya penagihan hutang pinjaman. Vestia melakukan uji kelayakan kepada Lembaga Jasa Keuangan sebelum terdaftar resmi sebagai pengguna Vestia dan selama menjadi pengguna melalui uji kelayakan berkala sesuai dengan hasil penilaian Vestia atas kinerja Penerima Pinjaman dan Lembaga Jasa Keuangan yang menaungi Penerima Pinjaman tersebut.

Seleksi ketat atas Penerima Pinjaman: Vestia melakukan seleksi atas data-data Penerima Pinjaman yang diajukan oleh Lembaga Jasa Keuangan yang bekerjasama sebagai pengguna Vestia. Sebagai syarat pertama adalah bahwa Penerima Pinjaman yang diajukan kepada Vestia oleh Lembaga Jasa Keuangan dibatasi hanya kepada Penerima Pinjaman yang telah disetujui pinjamannya oleh Komite Kredit pada Lembaga Jasa Keuangan. Terdapat pula sejumlah persyaratan lainnya bagi Penerima Pinjaman yang layak didaftarkan pada Vestia, diantaranya telah memiliki hubungan kerjasama dengan Lembaga Jasa Keuangan dalam kurun waktu tertentu dengan kinerja kelancaran pembayaran pinjaman yang dapat diandalkan, memiliki kinerja pembayaran pinjaman yang baik selama memperoleh pendanaan dari Vestia, dan masih banyak lagi.

Pemaparan info terkini atas pengelolaan pinjaman dari pendanaan Vestia: Vestia mewajibkan Lembaga Jasa Keuangan untuk memberikan info terkini perihal pengelolaan pinjaman oleh Peminjam yang memperoleh pendanaan pinjaman dari Vestia. Setiap info perkembangan pengelolaan pinjaman akan disampaikan kepada Pemberi Pinjaman selaku pengguna Vestia yang telah mendanai pinjaman tersebut mengikuti ketetapan waktu penyampaian informasi yang disepakati Vestia dengan Lembaga Jasa Keuangan tersebut.

Manajemen Portofolio Pinjaman: Vestia mengatur portofolio pinjaman per Penerima Pinjaman di mana atas setiap Penerima Pinjaman ditetapkan level maksimum pengajuan pinjaman yang aktif didanai dari Vestia. Oleh karenanya, jika Penerima Pinjaman kembali diajukan oleh Lembaga Jasa Keuangan atas pinjaman yang telah melampaui level maksimum yang diijinkan, maka Vestia akan secara tegas menolak pengajuan pinjaman tersebut dan meminta Penerima Pinjaman dan Lembaga Jasa Keuangan tersebut untuk menunggu hingga salah satu dari pinjaman aktif yang sedang berjalan pada Vestia telah berakhir masa pinjamannya dan/atau telah melunasi seluruh pinjamannya tersebut.

PINJAMAN

Vestia hanya menerima pengajuan pinjaman dari Peminjam yang dikelola oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang telah bekerjasama dan terdaftar sebagai Pengguna Vestia. Data-data Peminjam dikelola langsung oleh LJK sejak pengajuan awal pinjaman hingga pelunasan pinjaman.

Vestia hanya akan mempublikasikan data-data Peminjam yang memenuhi kriteria yang ditetapkan Vestia dan Peminjam tersebut wajib merupakan Peminjam yang memiliki rekam jejak yang baik pada LJK yang menaunginya serta telah disetujui pinjamannya menurut ketentuan proses pemberian pinjaman pada LJK terkait.

Oleh karenanya, Vestia tidak menerima pengajuan langsung pendanaan pinjaman dari Peminjam. Setiap Peminjam mengajukan langsung pinjamannya kepada Lembaga Jasa Keuangan yang telah bekerjasama dengan Vestia, yang untuk selanjutnya akan melakukan proses analisa pinjaman dan jika telah disetujui dan dinilai layak maka LJK dapat mengajukan data Peminjam dan pinjamannya kepada Vestia guna perolehan pendanaan lebih lanjut.

Setiap LJK yang akan bergabung sebagai Pengguna Vestia akan melalui proses uji kelayakan (Due Dilligence) terlebih dahulu. Proses pendaftaran diawali dengan mengisi lengkap formulir pendaftaran dan melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan. Vestia akan melakukan proses verifikasi atas data dan dokumen yang disampaikan LJK. Jika hasil verifikasi dinyatakan lengkap dan benar, maka Vestia akan melanjutkan pada tahap pengujian kelayakan LJK melalui kunjungan langsung pada lokasi kerja dan usaha LJK, di mana pada tahap ini akan dilakukan proses interview, pemeriksaan data dan lainnya secara langsung kepada Direksi dan Manajemen LJK serta pengambilan sampel secara acak pada Peminjam aktif yang dikelola LJK. Atas LJK yang lolos uji kelayakan, maka Vestia akan menetapkan secara resmi persetujuan keanggotaan LJK tersebut dan efektif sejak menjadi Pengguna Vestia maka LJK dapat mendaftarkan Peminjam-nya ke dalam Vestia untuk perolehan alternatif pendanaan pinjaman.

Pemberi Pinjaman pada Vestia memperoleh keleluasaan untuk memilih Peminjam berdasarkan preferensi yang mereka tetapkan. Atas kondisi tersebut, maka terdapat kemungkinan bahwa pinjaman yang diajukan Peminjam tidak memperoleh pendanaan sama sekali dari Vestia.

Namun demikian, pinjaman yang diajukan ke dalam Vestia oleh LJK adalah pinjaman yang telah dinilai kelayakannya dan diseleksi oleh LJK untuk bisa diterima oleh para Pemberi Pinjaman yang terdaftar sebagai Pengguna Vestia.

Atas pinjaman yang telah dipilih pun, Peminjam harus menunggu pencairan pinjaman hingga proses urun dana (crowd funding) berakhir tenggang waktunya karena proses pendanaan dapat dilakukan oleh lebih dari satu Pemberi Pinjaman. Jika pendanaan belum memenuhi nilai pinjaman yang diajukan Peminjam hingga batas akhir proses urun dana (crowd funding), maka pinjaman dimaksud pun bisa menjadi gagal dibiayai oleh Vestia. Namun demikian, Vestia berupaya untuk dapat memaksimalkan pemenuhan pendanaan melalui penyampaian informasi secara berkala pada platform Vestia perihal pinjaman yang mendekati akhir periode urun dana serta mengajak perusahaan dan/atau individu yang bersedia menjadi menempatkan dananya sesuai jumlah tersisa yang masih dibutuhkan Peminjam atas nilai pinjamannya di akhir periode urun dana tersebut.

Jika Peminjam terlambat atau gagal membayar pinjaman yang terhutang padanya sesuai jadwal ditetapkan, maka LJK yang menaungi Peminjam tersebut akan melakukan tindak lanjut kepada Peminjam dan pembayaran tunggakan tersebut diharapkan terjadi pada jadwal pembayaran cicilan pinjaman berikutnya. Informasi atas keterlambatan pembayaran cicilan pinjaman ini akan diinformasikan kepada Vestia untuk diteruskan kepada Pemberi Pinjaman. Hal ini adalah proses normal yang biasa dilakukan pada pengelolaan pinjaman di sektor usaha mikro.

Namun demikian, walau dengan upaya-upaya yang telah dilakukan LJK, terkadang Peminjam dapat berada dalam kondisi yang sepenuhnya tidak mampu melunasi pinjamannya dan berakhir pada pinjaman dalam kondisi macet. Atas kondisi yang seperti ini, Vestia akan menginformasikan kepada seluruh Pemberi Pinjaman yang mendanai Peminjam dimaksud bahwa para Pemberi Pinjaman harus menerima kondisi bahwa sisa pokok pinjaman ditetapkan sebagai kerugian bagi Pemberi Pinjaman karena tidak akan ada pengembalian dari Peminjam.

Untuk selanjutnya, Peminjam dimaksud akan ditetapkan oleh LJK sebagai Peminjam yang tidak layak untuk diberikan pinjaman kembali manakala terjadi pengajuan pinjaman ulang dan Vestia berhak menetapkan Peminjam pada Daftar Hitam Peminjam dan melakukan evaluasi menyeluruh pada kinerja LJK dalam pengelolaan Peminjam dan pinjamannya.

Jika Peminjam melakukan pelunasan lebih awal maka seluruh pokok pinjaman akan diserahkan LJK kepada Vestia untuk dikirimkan ke Akun Pemberi Pinjaman yang terdaftar di Vestia. Pemberi Pinjaman akan menerima pokok pinjamannya dengan 1 (satu) kali imbal hasil dari sisa pinjaman yang dilunasi tersebut.

Apabila Peminjam tidak mampu melunasi sisa pinjaman dikarenakan meninggal dunia maka Pemberi Pinjaman akan menerima pokok pinjamannya saja tanpa imbal hasil. Penatausahaan atas hal ini juga akan dilakukan oleh Vestia atas dasar informasi yang diterima dan diteruskan dari LJK. Pemberi Pinjaman akan memperoleh informasi lengkap atas hal ini termasuk pembuktian bahwa Peminjam benar adanya telah meninggal dunia sebagaimana yang disampaikan oleh LJK kepada Vestia didukung sejumlah bukti terkait.

PEMBERI PINJAMAN

Vestia terbuka bagi setiap individu maupun perusahaan yang ingin bergabung menjadi pengguna sepanjang memenuhi persyaratan data dan dokumen yang ditetapkan Vestia.

Individu yang dapat menjadi Pemberi Pinjamandi Vestia adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 25 tahun dibuktikan dengan Kartu Identitas Diri yang sah yaitu KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang berlaku di Indonesia.

Perusahaan yang dapat menjadi Pemberi Pinjaman di Vestia adalah perusahaan yang terdaftar sebagai badan hukum sesuai perundangan/hukum berlaku di Indonesia yang dapat dibuktikan dengan berbagai dokumen ijin usaha yang sah dan berlaku.

Untuk mengetahui lebih lanjut perihal langkah- langkah pendaftaran Pemberi Pinjaman di Vestia silakan baca di sini.

Sebagai Pemberi Pinjaman, Anda dapat memberikan pinjaman dimulai dari Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) dengan kelipatan penambahan dana pemberian pinjaman setiap Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan maksimum pendanaan Rp 2.000.000.000 (dua milyar rupiah). Pembatasan nilai maksimal pemberian pinjaman tersebut diatas adalah ketetapan yang berlaku dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai peraturan tertulis yaitu POJK Nomor 077/POJK.01/2016.

Vestia memberikan imbal hasil atas pemberian pinjaman yang dilakukan Pemberi Pinjaman. Besaran imbal hasil (keuntungan pemberian pinjaman) ditetapkan dalam bentuk persentase keuntungan sesuai tabel imbal hasil yang ditetapkan Vestia dengan mempertimbangkan tingkat inflasi, ketentuan ditetapkan Regulator (jika ada), tingkat likuiditas, diverisifikasi tenor pinjaman, supply-demand terkait pendanaan dengan model P2P, dll. Penetapan persentase keuntungan pemberian pinjaman tersebut ditetapkan berjenjang sesuai dengan batasan besaran nilai pemberian pinjaman yang ditempatkan Pemberi Pinjaman, dalam arti bahwa semakin besar pemberian pinjaman yang dilakukan Pemberi Pinjaman maka semakin besar persentase keuntungan yang akan diperoleh. Untuk melihat lebih rinci atas tabel keuntungan tersebut, Anda dapat membacanya di sini.

Ya, Vestia membebankan biaya administrasi atas setiap pemberian pinjaman yang dilakukan oleh Pemberi Pinjaman. Besaran biaya administrasi tersebut dapat dilihat di sini.

Atas setiap pemberian pinjaman yang diproses dan pendanaan telah diterima Peminjam, maka Vestia akan memperhitungkan beban pajak atas keuntungan (imbal hasil) yang diperoleh Pemberi Pinjaman. Besaran beban pajak mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku dan Pemberi Pinjaman akan memperoleh advis (bukti) atas pemotongan pajak tersebut (jika telah ditetapkan pembebanan pajak atas hal tersebut) guna keperluan pelaporan pajak pribadi dan/atau perusahaan dari Pemberi Pinjaman pada setiap akhir tahun perpajakan.

Tidak. Vestia menatausahakan pendanaan dalam bentuk urun dana (crowd funding) sehingga pendanaan pinjaman bisa dilakukan oleh lebih dari satu Pemberi Pinjaman yang bersama-sama berkontribusi atas satu peminjam terpilih. Hanya dengan pendanaan sebesar minimal Rp 50.000, setiap Pemberi Pinjaman sudah dapat ikut membantu pengumpulan dana untuk pemenuhan pinjaman dari Peminjam. Peminjam akan memperoleh dana lengkap sesuai nominal pinjaman yang diajukannya setelah selesai tenggang waktu proses urun dana (crowd funding).

Pembayaran pertama akan dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati Peminjam dan diinformasikan kepada Anda. Pada umumnya, pembayaran pertama tersebut adalah 1 (satu) hingga 2 (dua) minggu setelah pemberian pinjaman Anda disalurkan ke Peminjam dengan siklus pembayaran mingguan.

Bisa. Vestia menyediakan beragam pilihan pemberian pinjaman yang dapat Anda pilih berdasarkan preferensi Anda, antara lain: berdasarkan kategori jenis usaha mikro, jumlah pinjaman, tenor pinjaman, tujuan pinjaman, peringkat Peminjam (dari review Pemberi Pinjaman lain), Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang menaungi Peminjam, wilayah usaha Peminjam dan/atau wilayahn usaha LJK, dll. Dengan adanya hal tersebut, maka Anda selaku Pemberi Pinjaman dapat memiliki keleluasaan dalam memilih Pinjaman yang Anda inginkan.

SSebagai penyelenggara platform Vestia, PT. TMS tidak menanggung ataupun bertanggung jawab secara langsung atas pengembalian dana yang telah dipinjamkan oleh Pemberi Pinjaman pada portofolio Peminjam yang terdaftar di Vestia.

Oleh karenanya, sebagai Pemberi Pinjaman sebaiknya Anda dapat mempelajari dan memahami risiko terkait dengan karakteristik pinjaman pada Vestia secara khusus dan P2P Lending secara umum, sehingga dapat melakukan pertimbangan dan membuat keputusan yang tepat sebelum melakukan pemberian pinjaman kepada Peminjam yang dipilih.

Walaupun demikian, Vestia telah berupaya secara maksimal melakukan seleksi pada portofolio Peminjam melalui penetapan kriteria tertentu dan kajian risiko lainnya yang dilakukan secara menyeluruh sehingga para Peminjam maupun LJK yang dipublikasikan pada platform Vestia adalah merupakan Peminjam dan LJK terpilih dan terpercaya.

Vestia melakukan proses seleksi ketat atas LJK yang akan bekerjasama dan mempergunakan platform Vestia untuk memperoleh alternatif pendanaan bagi Peminjam yang dikelolanya. Selain itu, Vestia juga menetapkan pembatasan dan/atau kriteria tertentu atas Peminjam yang bisa dipublikasikan di Vestia yang diajukan oleh LJK yang bekerjasama dengan Vestia.

Walaupun hal-hal di atas telah diupayakan oleh Vestia, namun Pemberi Pinjaman tetap dapat terpapar risiko atas penempatan dananya di Vestia. Risiko terbesar yang mungkin terjadi dalam P2P (Peer-to-Peer) Lending adalah Pemberi Pinjaman tidak menerima dana pinjaman dan imbal hasil (keuntungan) yang telah disepakati dikarenakan adanya kegagalan pembayaran.

Atas kemungkinan terjadinya 'skenario' terburuk seperti tadi, maka disarankan bagi Anda untuk mempertimbangkan dilakukannya konsultasi dengan penasihat keuangan Anda sebelum mengambil keputusan pemberian pinjaman di Vestia.

Perjanjian yang dibuat antara Anda sebagai Pemberi Pinjaman dan Peminjam dibuat untuk komitmen hingga akhir tenor pinjaman. Oleh karena itu, perjanjian tersebut tidak bisa diakhiri sepihak sebelum berakhir.

VIRTUAL ACCOUNT

Sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu POJK Nomor 077/POJK.01/2016 perihal Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, maka Vestia berkewajiban untuk menatausahakan Virtual Account bagi setiap Pemberi Pinjaman yang telah terdaftar sebagai Pengguna Vestia.

Adapun akun yang akan dipergunakan Pemberi Pinjaman dalam setiap aktivitas pemberian pinjamannya di Vestia dalam bentuk Virtual Account.

Virtual Account tersebut adalah berupa nomor identifikasi bagi Pengguna Vestia (end-user) yang dibuat oleh Bank yang bekerjasama dengan Vestia dan ditatausahakan pada Bank tersebut. Virtual Account tersebut sebagai identifikasi penerimaan dana (collection), dalam hal ini yaitu penerimaan dana pemberian pinjaman dari Pemberi Pinjaman, dana pembayaran pinjaman dari Peminjam melalui LJK terkaitnya dan dana atas imbal hasil (keuntungan) pemberian pinjaman yang diperoleh Pemberi Pinjaman. Virtual Account tidak memiliki jumlah tagihan yang pasti (open).

Untuk saat ini, Vestia tidak membebankan biaya inisiasi pembentukan Virtual Account bagi setiap Pemberi Pinjaman yang terdaftar pada Vestia.

Virtual Account Pemberi Pinjaman ditatausakan oleh Vestia melalui layanan pengelolaan Virtual Account yang disediakan oleh Bank yang bekerjasama dengan Vestia.

Pada tahap awal penjualan layanan Vestia kepada publik, Virtual Account Pemberi Pinjaman yang terdaftar pada Vestia dikelola oleh PT. Bank Danamon Indonesia ('PT. BDI') sebagai salah satu partner yang bekerjasama dengan Vestia.

Kerjasama antara Vestia dengan PT. BDI tertuang secara jelas dan tertulis pada dokumen kerjasama yang sah terkait dengan penyerahan pengelolaan Virtual Account Pengguna Vestia kepada PT. BDI.

Pemberi Pinjaman selaku Pengguna Vestia akan memperoleh nomor Virtual Account yang terkait dengan nomor smartphone-nya yang telah terdaftar dan diverifikasi oleh Vestia. Hal ini guna memudahkan Pemberi Pinjaman saat akan melakukan penempatan dananya pada Vestia melalui moda kiriman dana dari Rekening Bank Pemberi Pinjaman kepada Virtual Account-nya di Vestia.

Selain itu, Pemberi Pinjaman selaku Pengguna Vestia dapat mengelola Virtual Account miliknya dengan cepat dan mudah. Aplikasi layanan Vestia memberikan kemudahan kepada Pemberi Pinjaman untuk mengetahui secara langsung (on-line real time) perihal posisi saldo dana di Virtual Account milik Pemberi Pinjaman beserta seluruh mutasi transaksi terakhirnya yang terkait dengan layanan Vestia.

Layanan pengiriman dana dari sumber dana pada Rekening Bank milik Pemberi Pinjaman di Bank manapun dapat dilayani oleh PT BDI selaku partner Bank dari Vestia melalui penyediaan berbagai jalur pembayaran (payment channel) yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh Pemberi Pinjaman.

Pengiriman dana oleh Pemberi Pinjaman dari Rekening Bank kepada Virtual Account Vestia miliknya dapat dilakukan dengan ATM Bank Danamon maupun ATM Bank lainnya serta Aplikasi D-Mobile dari PT. BDI dan juga Internet Banking Bank Danamon atau Bank lainnya di Indonesia.

Dalam hal terdapat pengembangan akses layanan pengiriman dana selain yang telah disebutkan diatas, maka pihak Vestia akan menginformasikan secara aktif kepada setiap Pengguna Vestia, baik melalui laman Berita maupun Dashboard Pengguna dan/atau melalui pengiriman informasi via email pribadi Pengguna yang terdaftar pada Vestia.

Pengiriman dana dari/ke Virtual Account dan ke/dari Rekening Bank milik Pemberi Pinjaman yang terdaftar pada Vestia dapat dilakukan tanpa terkena biaya jika Rekening Bank tersebut merupakan Rekening Bank yang dikelola PT. Bank Danamon Indonesia. Pengiriman dana dengan moda lainnya akan memiliki implikasi timbulnya biaya pengiriman dana sebagaimana yang berlaku dan sesuai ketentuan Regulator dan/atau Operator Penyelenggaran Layanan Transfer Dana.

Saldo tersimpan pada Virtual Account tidak memperoleh pendapatan bunga sama sekali, baik untuk kiriman dana masuk maupun hasil pengembalian pinjaman (Loan Repayment) dan/atau imbal hasil (keuntungan) pemberian pinjaman yang disetorkan Vestia kepada Pemberi Pinjaman.

Pemberi Pinjaman dapat mengajukan penarikan dana dari Virtual Account jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Pengajuan penarikan dana dilakukan Pemberi Pinjaman selaku pemilik Virtual Account pada menu layanan Vestia untuk Tarik Dana, dengan mencantumkan nominal dana yang akan ditarik. Data lainnya seperti data Bank tujuan, Nomor Rekening pada Bank dituju dan Nama Rekening pada Bank dituju akan secara otomatis mempergunakan data yang tersedia pada Vestia sebagaimana yang ditetapkan Pemberi Pinjaman saat pendaftaran sebagai Pengguna layanan Vestia.

Kiriman dana dari Virtual Account milik Pemberi Pinjaman kepada Rekening Bank dituju yang ditetapkan Pemberi Pinjaman akan mempergunakan moda kiriman dana yang berlaku pada Bank baik secara on-line melalui mobile banking atau internet banking, maupun secara off-line melalui setoran tunai atau kiriman dana via kliring/RTGS.

Penarikan dana yang ditujukan kepada Rekening Bank milik Pemberi Pinjaman dan merupakan Rekening Bank yang dikelola oleh selain PT. Bank Danamon Indonesia akan memiliki batasan minimal nominal pengiriman dana sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) dan terpapar biaya layanan kiriman dana sesuai ketetapan yang berlaku dari Operator Transfer Dana.

Biaya layanan kiriman dana sebagaimana tersebut di atas akan langsung dipotong dari jumlah dana tersisa pada Virtual Account milik Pemberi Pinjaman yang memberikan instruksi Tarik Dana kepada Vestia.

Vestia menyediakan informasi terkini perihal tabel pembebanan biaya kiriman dana tersebut sebagai informasi awal bagi Pemberi Pinjaman yang akan memindahkan dananya guna menghindari terjadinya kesalahpahaman (dispute) di kemudian hari terkait proses kiriman dana tersebut.

Jumlah dana yang tersisa pada Virtual Account adalah jumlah dana setelah dikurangi nilai dana yang akan ditarik ditambah biaya proses kiriman dana yang berlaku pada Bank (jika Bank dituju berbeda dengan Bank partner Vestia).

Pembebanan biaya juga akan diberlakukan dalam hal harus dilakukan pengiriman ulang atas kiriman dana yang terjadi sebagai akibat adanya pengembalian kiriman dana atau kegagalan pengiriman dana (jika ada) karena kesalahan data-data Bank dituju dan/atau Nomor Rekening dan/atau Nama Rekening pada Bank yang diberikan Pemberi Pinjaman atau kondisi lainnya.

Vestia selalu melakukan rekonsiliasi harian atas penerimaan dana yang terjadi pada setiap Virtual Account milik Pemberi Pinjaman.

Untuk kenyamanan Pemberi Pinjaman, atas setiap proses pengiriman dana dari Rekening Bank milik Pemberi Pinjaman kepada Virtual Account akan diberikan laman konfirmasi yang berisikan nominal dan data Virtual Account Pemberi Pinjaman.

Untuk keamanan data pada menu Tarik Dana, maka Sistem Vestia akan meminta Pemberi Pinjaman yang mengakses dan menyetujui pemindahan dananya untuk mengisi ulang PIN miliknya pada saat keseluruhan data-data penarikan dana sudah diinput lengkap dan pengajuan siap disampaikan kepada Vestia.

Setiap calon Pengguna akan melalui proses verifikasi sesuai dengan SLA (Service Level Agreement) yang ditetapkan atas semua data dan dokumen yang disampaikan kepada Vestia. Jika telah dinyatakan lengkap dan benar, maka Vestia akan menginformasikan penerimaan sebagai Pengguna Vestia melalui email terdaftar Pengguna, termasuk penyampaian informasi perihal Virtual Account Pengguna.

Saat informasi Virtual Account diterima Pengguna, maka Pengguna sudah dapat langsung mempergunakan Virtual Account tersebut.

Setiap dana yang disetorkan ke dalam Virtual Account Pengguna akan langsung tercatat dan posisi saldo akhir Virtual Account akan secara otomatis terkinikan sesuai dengan jumlah dana yang terakhir diterima.

Atas penerimaan dana secara efektif di Virtual Account, maka Pemberi Pinjaman dapat menyelesaikan proses pemberian pinjaman yang sedang dilakukannya di Vestia.

Setiap proses transaksi kiriman dana dari Rekening Bank milik Pengguna kepada Virtual Account Vestia akan langsung tercatat pada Sistem Vestia, sehingga Pengguna tidak perlu mengirimkan lagi kepada Vestia atas bukti kiriman dana yang telah dilakukannya. Penyimpanan bukti kiriman dana tersebut sepenuhnya menjadi hak Anda sebagai Pengguna jika Anda menginginkannya untuk digunakan ketika Anda menemui kasus khusus dan merasa perlu dilayangkan sebagai bukti kepada Vestia dan/atau pihak lainnya sesuai kebutuhan Anda.

PERHATIAN:

  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola, dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan, dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
  10. PT Tujuh Mandiri Sejahtera merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia. Berdiri sebagai perusahaan yang telah diatur oleh dan dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, Perusahaan menyediakan layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang memberikan pinjaman dan pihak yang membutuhkan pinjaman meliputi pendanaan dari individu, organisasi, maupun badan hukum kepada individu atau badan hukum tertentu. Perusahaan tidak menyediakan segala bentuk saran atau rekomendasi pendanaan terkait pilihan-pilihan dalam situs ini.
  11. Isi dan materi yang tersedia pada situs Vestia dimaksudkan untuk memberikan informasi dan tidak dianggap sebagai sebuah penawaran, permohonan, undangan, saran, maupun rekomendasi untuk menginvestasikan sekuritas, produk pasar modal, atau jasa keuangan lainya. Perusahaan dalam memberikan jasanya hanya terbatas pada fungsi administratif.
  12. Pendanaan dan pinjaman yang ditempatkan di rekening Vestia adalah tidak dan tidak akan dianggap sebagai simpanan yang diselenggarakan oleh Perusahaan seperti diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan tentang Perbankan di Indonesia. Perusahaan atau setiap Direktur, Pegawai, Karyawan, Wakil, Afiliasi, atau Agen-Agennya tidak memiliki tanggung jawab terkait dengan setiap gangguan atau masalah yang terjadi atau yang dianggap terjadi yang disebabkan oleh minimnya persiapan atau publikasi dari materi yang tercantum pada situs Perusahaan.